INSTALL PENGHEMAT LISTRIK UNTUK RUMAH, RUKO, GEDUNG, PABRIK

Pada saat sekarang pertumbuhan perumahan, gedung sangat cepat, kita ambil contoh di daerah Jabodetabek begitu cepat perumahan & gedung baru yang muncul. Rumah atau gedung se-Jabodetabek pasti menggunakan motor-motor listrik, baik itu di kipas angin, AC, Kulkas, mesin cuci, dll

Sebenarnya pada saat kita menghidupkan peralatan-peralatan tersebut untuk tujuan kemudahan & kenyamanan hidup, ternyata kita mulai membuang energi medan magnit secara cuma-cuma dan tanpa disadari yang diakibatkan oleh berputarnya motor-motor listrik.

Energi medan magnit yang terbuang, kita bayar lewat tagihan rekening PLN berupa KVARH. Jadi anda bayar rekening PLN yaitu KWH + KVARH.Berapa ratus atau ribu rumah se-Jabodetabek yang membuang energi medan magnitnya tiap jam-nya, yaitu KVARH.

Contoh KWH meter

Betapa borosnya kita dalam memakai energi lstrik. Itu baru se-Jabodetabek belum se-Indonesia. Jadi kita negara Indonesia masih belum effisien dalam penggunaan energi listrik dari PLN.

Konsep penghematan listrik disini adalah meng-eliminasi KVARH sehingga yang anda bayar ke PLN hanya KWH saja. Dengan memasang kapacitor bank atau disebut penghemat listrik, maka kita dapat meng-eliminasi KVARH tersebut. Mari kita lihat teori tentang penghematan listrik dengan kapacitor bank

Dalam sistem listrik Arus Bolak-Balik ada 3 jenis daya yang kita ketahui, yaitu :

1, Daya semu (S, VA, Volt Amper)
2. Daya aktif (P, W, Watt)
3. Daya reaktif (Q, VAR, Volt Amper Reaktif)

Uraiannya sebagai berikut :

1. Daya Semu (S, VA, Volt Amper) dinyatakan dengan satuan Volt-Ampere (disingkat, VA), menyatakan kapasitas peralatan listrik, seperti yang ada pada name plate motor listrik, generator, transformator, dll. Daya semu (S) merupakan penjumlahan vektor dari daya aktif (P) dan daya reaktif (Q)

2. Daya aktif (P, W, Watt) membentuk energi aktif persatuan waktu dan dapat diukur dengan KWH meter dan merupakan daya nyata yang digunakan untuk menghidupkan suatu beban, misal pemanas listrik

3. Daya reaktif (Q, VAR, Volt Amper Reaktif) digunakan untuk membuat medan magnet yang berubah setiap waktu atau energi pembangkitan flux magnetik sehingga timbul magnetisasi, misal untuk menggerakkan motor listrik satu phasa, transformator, dll.

Daya reaktif ini muncul bila arus bolak balik, kita pasang kedalam sebuah lilitan. Contoh sehari hari yang mudah kita jumpai, tentang munculnya daya reaktif adalah ketika kita menghidupkan kipas angin, pendingin AC, Kulkas, Mesin cuci, Pompa air listrik Sanyo.

Daya reaktif inilah yang menyebabkan pemborosan energi listrik dan jalan keluarnya adalah dengan memasang Kapacitor Bank. Contoh pemborosan energi listrik untuk daya 2200VA per rumah akibat munculnya daya reaktif kira kira Rp 50.000,- perbulan per rumah. Jadi kalau di negara Indonesia ada satu juta rumah (jumlah penduduk Indonesia 240 juta), maka perbulan pemborosan energi listriknya bisa mencapai Rp 50 trilyun.

Pemasangan kapacitor memberikan keuntungan diantaranya adalah arus yang kita ukur dengan ampermeter berkurang menjadi 0,8 dari arus sebelum dipasang kapacitor bank (Misal cos phi awal PLN = 0,8)atau pemakaian energi listrik berkurang menjadi 0,8 dibandingkan sebelum dipasang kapacitor bank. Inilah yang dapat kita katakan bahwa telah terjadi penghematan energi listrik sebesar 20% dengan dipasangnya kapacitor bank. Penghematan energi lisrik dengan kapacitor bank sangat tergantung dari cos phi awal PLN. Semakin kecil cos phi awal PLN maka akan semakin besar kapasitas kapacitor bank yang diperlukan atau semakin besar energi listrik yang bisa dihemat

Berapah kapasitas kapasitor bank yang kita perlukan ? Syarat utamanya adalah mengukur cos phi sebelum dipasang kapasitor bank. Misal cos phi awal pengukuran adalah 0,8, maka kapasitas kapasitor bank yang kita perlukan adalah sin phi dikalikan dengan daya terpasang. Untuk daya terpasang 2200VA, maka kapasitas kapasitor bank adalah 0,6X2200= 1320 VAR atau 1,320 KVAR. Begitu sederhana perhitungannya

Cos phi bisa berubah dari angka positip ke nol bahkan ke angka negatip. Cos phi negatip terjadi jika arus yang dikeluarkan oleh kapasitor bank jauh lebih besar dari arus yang dibutuhkan oleh motor listrik atau kapacitor bank hidup tetapi motor listrik mati. Hal ini berarti arus listrik dari kapacitor bank diekspor ke PLN secara gratis, jika keadaan ini terjadi, maka dapat dikatakan sudah pasang kapacitor bank tetapi tagihan listrik PLN masih tinggi

Untuk beban atau arus listrik yang fluktuatip, misal di pabrik pabrik, maka kapacitor bank harus bisa mengikuti arus yang fluktuatip. Jika arus listrik tinggi maka kapacitor bank harus tinggi pula atau banyak. Jika arus listrik rendah, maka kapacitor bank harus rendah pula atau sedikit. Untuk keadaan seperti ini maka perlu di-install mikroprosesor. Mikroprosesor mengambil data input arus listrik dari trafo arus dan cos phi dari chos phi meter sedangkan output dari mikroprosesor adalah menentukan berapah jumlah kapacitor yang hidup dengan tujuan diperoleh cos phi sama dengan nol

Berapah nilai KVAR untuk masing masing kapacitor di dalam sebuah kapacitor bank akan sangat tergantung dari besarnya fluktuatip beban dan cos phi awal PLN. Misal beban itu adalah 3 buah motor listrik 3 phasa dengan daya masing masing 50 KVA dan cos phi awal PLN 0,8, maka kapacitas masing masing kapacitor itu adalah 0,6x50 KVA= 30 KVAR

Contoh penghemat listrik untuk rumah

Contoh install penghemat listrik untuk rumah

Hanya CV Bintang Jaya Teknik yang sangat berpengalaman untuk menghemat energi listik rumah, gedung,dll. Hubungi segera ke e-mail ke syarif@bintangjayateknik.com atau ke HP 08176701870